Byebye jobseeker Bandung di Jogja.. Ata balik ke Bandung duluan =D
Selasa, 12.21
Hari ini aku pergi meninggalkan Jogja, modal nekat n dadakan cuz kegalauan ku yang membuahkan hasil tiket bisnis lodaya yang baru aku beli sekitar 4 jam yang lalu. Si bapak-bapak penjaga loket memberi tahuku bahwa kereta akan berangkat pukul 9.25. Berarti aku harus menunggu sekitar kurang lebih 2 jam. Aku duduk di ruang tunggu mengamati orang-orang lain yang dengan berbagai cara berpakaian dengan latar belakang ekonomi yang berbeda tetapi menanti hal yang sama. Sebuah alat transportasi darat umum yang cukup nyaman yang akan mengantarkan penumpang menuju tujuan masing-masing. Kereta.
Ada hal yang paling aku ingat saat menggu keretaku datang, yaitu saat aku melihat satu pasangan eyang-eyang yang menurutku sangat romantis. Aku berfikir, “Bisa tidak ya aku menjadi seperti mereka saat aku tua nanti?”. Tidak sengaja eyang uti menyenggol air minum yang ada di sebelahnya hingga tumpah. Aku ingat sekali, air minum itu eyang kakung yang membelikan di stasiun. Air minum kemasan dengan tulisan teh gopek. Eyang kakung dengan sigapnya langsung membereskan tumpahan teh tersebut. Kalau dilihat, eyang uti terlihat lebih tua dibandingkan dengan eyang kakung. Eyang kakung terlihat masih bugar dengan fisiknya yang tinggi dan tetap terlihat ‘macho’. Apa iya ya perempuan akan lebih cepat tua dibandingkan laki-laki? Maybe. Ada satu hal lagi yang membuatku terkesan saat melihat bapak-bapak yang terlihat sudah sepuh sekali. Bapak-bapak ini menggunakan baju kuning dengan tulisan ‘stasiun tugu’ di bagian punggung bajunya. “Apa iya bapak-bapak ini seorang kuli? Apa bapak ini masih kuat ya untuk mengangkat barang-barang berat?” pikirku. Dan sesaat setelah itu, aku melihat bapak berbaju kuning tadi menawarkan tenaganya untuk mengangkut barang-barang milik pasangan eyang-eyang tadi. Ternyata eyang ini kuat sekali. Beliau mampu mengangkat tas besar besar beserta besi roda untuk menarik tas, juga tas jinjing milik pasangan eyang-eyang tadi. Subhanallah… Memang kemampuan seseorang tidak bisa dinilai hanya dari fisiknya. =)
12.32 : Aku melihat ada tulisan ‘Aborsi Bangsat’ di dinding sebuah pos jaga. Hahaha
Ntah kenapa stasiun tugu selalu menarik buatku. Mungkin tempat ini memiliki banyak cerita juga bagi orang lain. Seepertinya memang hukum ‘Setiap pertemuan pasti ada “perpisahan”’ sangat berlaku di tempat ini. Karena menurutku di tempat ini pasti orang lain pun pernah merasakannya. Yaahhh… Mungkin hanya perpisahan sementara. Tapi Hmm.. Tak hanya di stasiun ini memang yang bisa terjadi hal seperti ini. Tapi entah mengapa stasiun tugu ini menurutku tetap hal yang menarik seolah-olah memberi kenangan kepadaku. Termasuk arsitekturnya sepertinya.
Stasiun Tugu
Sudah pukul 12.45. Sejak pagi tadi aku hanya sarapan burger yang aku beli di stasiun tugu. Lapar sih. Tetapi dari tadi aku hanya mengamati makanan-makanan yang di bawa awak kereta saat mengantarkan pesanan ke penumpang. Sempat aku kepergok saat mengintip menu apa yang di bawa oleh bapak-bapak yang sejak tadi lalu lalang menawarkan makanan. Si bapak langsung menawariku “Makan siang mba?”. Aaahhh.. Agak malu juga rasanya. Hehe.. Tapi dengan respon cepat ku jawab “Enggak Pak”. Saat aku menulis kejadian ini, si bapak sudah lewat lagi. Panjang umur si bapak. Baru saja aku ceritakan sudah lewat lagi. Hehe.. “Nanti lah aku pesan beneran kalau si bapak lewat lagi” batinku. Hehe..
Kereta sedang berhenti di stasiun yang aku tidak tahu namanya. Sudah mencoba mencari-cari tapi tidak terlihat juga nama stasiun yang biasanya terpampang besar di setiap stasiun. Saat ini mungkin orang-orang yang lalu lalang melewati kursi dudukku juga mas-mas yang duduk di seberangku sudah melihatiku yang sejak tadi asyik menulis. Dari wajah mereka seperti berkata “Mba ini nulis apa ya?”. Tapi dengan cuek nya aku tetap melanjutkan menulis di kereta. Sesekali aku bergaya sedikit memandang ke jendela bersikapseperti seorang penulis yang sedang mencari inspirasi. Hahaha… Padahal aku belum pernah melihat seorang penulis saat sedang menulis. =) Gaya boleh lah sedikit. Dari pada IKIK. ^^
12.56 : Pemandangan di luar jendela bagus. Pematang sawah yang luas dan hijau. Hijaaaauuuu… =)
Si bapak yang sejak tadi menawari makanan, sudah bolak-balik melewatiku. Tetapi belum juga aku memesan. “Ntar lah tunggu 2 menit lagi biar pas jam satu, baru aku pesan” batinku, membuat rencana baru. Aaaaa… Kurang dari satu menit si bapak sudah melewatiku lagi. Akhirnya pukul 1 kurang 1 menit aku memesan makanan juga. =D
Alhamdulillah akhirnya selesai juga aku makan. Menu yang ku pesan barusan adalah nasi rames. Satu porsi nasi rames di kereta ini dihargai Rp. 18.000,00. Cukup mahal buat anak kos sepertiku. Tetapi lauk yang disediakan lumayan juga. Dalam satu porsi nasi rames terdapat nasi+telur dadar yang diiris-iris+tumis wortel n buncis+sambal kentang+kerupuk+sambal terasi+lalapan+rendang sapi ><. Lauk terakhir ini yang aku sayangkan tidak bisa aku makan. Sudah ku coba agar bisa memakannya tapi tetap saja susah tertelan. Apalagi baunya.. Sayang sekali tidak dari awal aku bertanya dengan bapak-bapak yang menawarkan makanan, apa lauk dari nasi rames yang tersedia. =’(
Hari makin siang. Makin terasa suasana kereta seperti berada di dalam sauna. Mau tidur pun susah sangking panasnya. Badan sudah terasa semakin lepek. Tidak nyaman sekali. Keadaan sudah semakin tidak mendukung untuk menulis. Aku segera memasukkan pensil hijau dan buku catatan hijau kecilku ke dalam tas. Menikmati pemandangan di luar jendela kemudian tertidur..
Kamis, 12.07 : melanjutkan menulis di kamar kosan. Bandung =)
Aku terbangun sekitar pukul setengah 4 sore. Saat itu hal pertama yang aku lihat yaitu ada bapak-bapak yang duduk di seberang tempat duduk ku sedang sholat. Reflek aku melihat jam tangan dan dari situ aku dapat memastikan bahwa saat itu waktu menunjukkan sekitar pukut setengah 4 sore, tetapi aku lupa berapa menit kurang atau lebih nya. Melihat bapak2 di sebelahku, aku jadi teringat bahwa aku blm sholat zuhur dan ashar. Tetapi saat itu aku hanya terdiam. Astaghfirullah… Ku kembali melihat ke arah jendela, tidak sengaja saat telingaku berada pada celah tempat duduk kereta, aku mendengar suara seorang laki-laki sedang mengaji. Subhanallah.. Orang ini bahkan masih sempat mengaji walaupun sedang dalam perjalanan. Aku saja yang di kosan berleha-leha, tidak setiap hari menyempatkan waktu untuk membaca Al-quran. Rasanya seperti tersindir akibat perbuatanku sendiri. Ku lipatkan kakiku ke atas dan kututupi dengan tas. Diam-diam aku sholat zuhur dan ashar masing-masing dua rakaat dengan tayamum terlebih dahulu. Allahualam…
Sekitar pukul 5 lebih aku tiba di stasiun Kiara Condong Bandung. Aku duduk di bangku tunggu stasiun menunggu Lindut teman kos ku menjemputku. Sebenarnya aku bisa kembali ke kosanku sendirian menggunakan angkot, tetapi sore ini aku berencana langsung melanjutkan perjalananku ke Jakarta dengan menggunakan travel. Aku duduk di barisan paling depan dari kursi-kursi yang tersusun di ruang tunggu stasiun. Seorang bapak-bapak menggunakan jaket kulit mendekatiku dan tiba-tiba duduk di sebelahku. Tetapi setelah mendengar pembicaraanku di telp dengan lindut saat aku meminta dijemput di stasiun, si bapak-bapak berjaket kulit tadi beranjak dari tempat duduknya. Setelah beberapa menit ku perhatian tingkah nya, ternyata bapak ini seorang calo tiket. Mungkin sesaat sebelum aku menelepon bapak ini mengira aku baru akan mau berangkat dan sedang mencari tiket. “G hoki nih bapak udah mau ‘PDKT’ ma aku. hehe”.
Sekitar setengah jam sejak menjauhnya bapak-bapak berjaket kulit tadi, Lindut teman sekosanku sudah tiba di depan stasiun. Aku langsung keluar stasiun dan segera pergi menuju travel yang akan membawaku ke Jakarta. Uang 70rb ku keluarkan untuk membeli tiket travel. Saat itu travel yang available baru berangkat pukul 9 malam. Berarti masih ada waktu buatku untuk pulang ke kosan untuk sholat dan membersihkan badan. Inilah saat yang mengajariku betapa pentingnya waktu agar digunakan untuk melakukan hal-hal bermanfaat.
Hari selasa sekitar pukul 20.30 aku berangkat ke agen travel dengan menggunakan angkot hijau. Kemudian, sekitar pukul 21.20 travel tujuan D’Brasco yang akan aku tumpangi tiba. Ini saatnya mengatakan “Byebye bandung =)”
*Inilah sisi lain aku yang suka menikmati hal-hal yang menurutku menarik. Karena kejadian kecil yang terjadi dapat memberikan kita banyak pelajaran hidup =)